![]() |
| by google |
Kemarin,
Baru Saja Kamu Terlihat Diam
Tiba
tiba kamu tersenyum kepadaku
Mengajakku
bicara dan ikut larut dalam pembicaraan panjang
Cukup
lama kita seperti ini
Semakin
hari kamu menunjukkan respon yang baik kepadaku
Dan
sepertinya kamu menyukai segala hal tentangku
Walau
terkadang kecanggungan antara kita masih ada
Mengingat
dirimu sebagai seorang yang luar biasa
Dan
aku, hanya seorang yang kecil yang sedang merangkak
Tapi,
kamu terus mengajarku berjalan
Aku
mulai belajar menepis kecanggungan itu
Melahirkan
wilayah baru antara kamu dan aku, hanya kita berdua
Kian
lama kita saling membuka diri
Kita
tak lagi membicarakan dan memperkenalkan siapa kita
Kita
sudah jauh menerawang masa depan
Walau
rasanya baru kemarin kamu memperkenalkan diri
Mengenalkan
kepadaku siapa kamu dan akupun sebaliknya
Namun,
sesekali kamu memperlihatkan kebencian kepadaku
Dan
aku tidak suka, aku mulai menangis ketika itu
Tapi,
kamu malah geram, membentak dan sepertinya aku tak lagi mengenalimu
Ini
bukan hanya sekali
Aku
tak mampu berbuat apapun kala itu, kamu tak memberiku pilihan
Terisak
isak aku menahan nafas, menyeka air mata sendiri
Berharap
menemukan bahu tempatku bersandar
Ketika
memuncak, aku tak lagi mampu menangis, hanya isakan nafas
Tiba
tiba mataku membelalak, aku hanya bermimpi
Tidak
ada tangisan dan kebahagiaan apapun
Tidak
ada cerita antara kita, tidak ada sejarah yang akan kita ukir
Dan
tidak ada dirimu juga, semua hanya utopis
Mimpi
dan angan angan yang aku ciptakan sendiri
Makassar,
14 Februari 2013







No comments:
Post a Comment