Saturday, November 8, 2014

Lelaki Pemalas

Lihatlah, Ia mengayuhkan kaki dengan sangat malas
Sesekali tersendat oleh bebatuan nakal yang beserakan
Seperti dosanya, Ia tebar di mana saja
Keluhnya tak berkesudahan,
ditambah jidat yang diderasi oleh keringat karena seharian mengumpat
lalu itu, tengoklah ke kamarnya, tentu saja tak ada buku,
tapi, ada selimut dan seprai yang berbekas, jejak tidur siangnya
Sial, perempuan yang sering dimuntahkan gombalannya.

No comments:

Post a Comment