![]() |
| Joestein Gaarder |
Langit
pagi ini agak gelap, mendung yang sudah diperlihatkan beberapa jam yang lalu
mulai menumpahkan tetesan hujan hingga
membasahi tanah kering di sebuah bukit tandus nan panas. Bukan kemarahan langit
ataupun tangisan seorang petani, yang meraung raung karena sudah bertahun tahun
sawahnya tak dialiri air yang membuat hujan begitu derasnya turun
membasahi khatulistiwa.
Di dalam ruangan yang tidak begitu luas, aku berkutat dengan beberapa novel
karya seorang penulis terkenal, Jostein Gaarder. Ia begitu lihai memainkan kata
perkata hingga membentuk kalimat demi kalimat yang mengisi setiap lembaran buku
yang ditulisnya. Dengan mengandalkan penalaran dan daya imajinasinya yang
kreatif, ia mampu menghasilkan beberapa buku yang menyihir pembaca menjadi
seorang filosofis.
Tidak
hanya itu, gagasan yang dihadirkan oleh seorang Gaarder begitu luar biasa. Ia
tidak hanya sekadar memikirkan sebuah ide yang pantas untuk dituliskan lalu
serta merta dibuatkan novel ataupun karya fiksi lainnya, namun dengan kedalaman
pengetahuan, ia mengelaborasi semua ide ide lalu mempersekutukannya dengan
pengetahuan filsafat dan pengalaman yang dimilikinya.
Sepertinya,
ia menggabungkan kemampuan analisa, pengalaman, dan daya kreatifitasnya untuk kemudian
dibuatkan menjadi sebuah karya yang luar biasa dan tentu saja sangat fenomenal.
Tidak salah, jika ribuan pembaca rela mengantri untuk mendapatkan buku karya
Gaarder.
Gaarder
juga dalam penulisannya kerap kali menggunakan metode penulisan yang membuat
pembaca menjadi penasaran dengan buku yang ditulisnya. Bahkan buku bukunya itu
dijadikan sebagai pemacu adrenalin, mengantarkan ketakutan dan ribuan tanya ke
kepala pembaca, sehingga wajar saja ketika membaca buku buku Gaarder kita
seolah terhipnotis dan terperangkap ke dalam sebuah labirin raksasa yang akan
memaksa kita untuk menyelesaikan permainan itu sendiri.
Namun,
beberapa buku yang sudah disajikan oleh ahli filsafat asal Swedia itu, acap
kali membuat pembaca merasa jenuh di bagian awal penuturan penulis. Tapi,
mungkin itu hanyalah salah satu siasat yang disengaja dibuat oleh penulis untuk
menambah gairah pembaca dalam menangkap kata demi kata yang tertuang dalam
bukunya itu.
Itulah
Gaarder, namun semua hal yang saya tuliskan tentangnya, saya yakin belum cukup
untuk menggambaran betapa menakjubkannya ia dalam penguasaan tulisannya. Dan
saya hanyalah seorang yang sedang belajar memuat hal yang menarik dari seorang
yang pernah membuat novel yang diterjemahkan ke dalam 53 bahasa dunia, novel
yang mengantarnya menikmati kesuksesan yang kini digenggamnya.







No comments:
Post a Comment